-->

14 January 2012

Hangzhou - Kotanya Pai Su Cen

Hangzhou - Kotanya Pai Su Cen


Perjalanan dengan pesawat udara untuk sampai ke Hangzhou sekitar 2 jam
Hangzhou atau yang juga dikenal Hangchow adalah ibu kota propinsi Zhejiang.
Kota ini menurut saya adalah kota terindah dan paling nyaman untuk ditinggali di antara 4 kota yang dikunjungi saat tour ini.

Ada pepatah di cina tentang keindahan kota Hangzhou :
"Be born in  Suzhou, live in Hangzhou, eat in Guangzhou, die in Liuzhou" (生在苏州, 活在杭州, 吃在广州, 死在柳州)
 diterjemahkan : "lahirlah di Suzhou, hidup di Hangzhou, makan di Guangzhou, mati di Liuzhou.
Suzhou terkenal akan kebudayaan dan pendidikan yang baik, Guangzhou makanannya, Liuzhou karena kualitas kayu untuk peti matinya (*_*)
Sedangkan Hangzhou dianggap indah pemandangannya dan nyaman.



Jenis kelamin menentukan desain atap

Dalam perjalanan dari Airport ke pusat kota, dijumpai pemandangan rumah suburban yang desainnya mirip. Desain atap di rumah-rumah ini ternyata tergantung dari jenis kelamin anak yang tinggal di dalam rumah tersebut. Kalau anak laki bentuknya atap lancip atau ada pagoda, untuk anak perempuan atapnya dibuat mendatar.
Entah apa fungsinya, mungkin memudahkan untuk mencari jodoh dari tetangga sekitar?




Pagoda Leifeng
Pagoda Leifeng

Pagoda Leifeng terlekat di pusat kota Hangzhou, bangunan aslinya dibangun pada tahun 975.
Pada masa Dinasti Ming, kota Hangzhou diserang oleh bajak laut Jepang dan pagoda ini dicurugai sebagai gudang senjata sehingga bagian kayu dari pagoda dibakar hingga tersisa struktur bata saja.
Sayangnya bangunan yang tersisa bata itu saja masih di garong oleh penduduk lokal yang percaya akan kekuatan magisnya, sehingga bata pagoda dicuri dan dipakai obat.
Akibatnya rubuhlah bangunan pagoda asli pada 1924.
Pengunjung pagoda bersantai di bawah pohon

Dalam pagoda terdapat toko cemilan dan suvenir. Makanan ringan yang dijual adalah sosis, jagung dan tahu.




Bangunan pada foto pertama adalah bangunan pagoda baru yang dibangun pada tahun 2000. Pagoda modern ini memiliki eskalator dan lift untuk memudahkan pengunjung naik ke puncak pagoda.
Berikut adalah bangunan yang ditemui saat anda sampai pada puncak eskalator, selanjutnya untuk sampai ke puncak menggunakan tangga 2 lantai yang ada di dalamnya, selanjutnya sisa perjalan hingga puncak menggunakan elevator

Bangunan pagoda asli

Bangunan pagoda asli

Artefak

Toko Suvenir

Gelang batu permata


Setelah menaiki eskalator dan tangga manual, untuk sampai ke puncak menggunakan 4 elevator yang terletak di tengah pagoda.


Pemandangan dari atas Pagoda Leifeng

Danau Xihu bisa terlihat dari atas pagoda

 Dari atas pagoda bisa tampak pemandangan kota dan danau Xihu. 
Sebagian orang mungkin ingat dengan film serial cina yang terkenal pada tahun 1990 an, tentang Legenda Ular Putih (white snake Legend) dan yang terbaru diceritakan dalam film yang dibintangi Jet Lee, sorcerer and the white snake. Legenda ini adalah cerita rakyat yang diceritakan dari mulut ke mulut di kota Hangzhou. Alkisah diceritakan Pai Su Cen si ular putih dipenjara dalam pagoda, Pagoda Leifeng inilah pagoda yang dimaksud dalam cerita tersebut.




LEGENDA ULAR PUTIH

 Berikut saya quote cerita singkatnya dari thread kaskus : 
(http://www.kaskus.us/showpost.php?p=70951418&postcount=315)




Legenda ini bermula dari Dynasti Song bagian selatan

Tersebutlah Pai Su Cen (Bai SuZhen), siluman ular putih yang kepengan menjadi Dewa. Dia mengambil rupa menjadi wanita cantik dan turun ke dunia manusia. Dia kemudian bertemu dengan temannya si Siluman ular hijau, Siao Cing (Xiao Qing), yang berulah dan menyebabkan musibah di tempat dia tinggal. Pai Su Cen berhasil menangkapnya dan mengurungnya di dasar sungai, dan berjanji akan membebaskannya 300 tahun kemudian.

300 Tahun berlalu, dan Pai su cen pun kembali untuk membebaskan si Ular Hijau. Yang kemudian menjadi adik bagi Pai Su Cen. Dan kemudian mereka bertemu dengan Tabib / Pendeta bernama Fahai yang berkeyakinan bahwa semua siluman itu jahat dan harus dibunuh. Tapi Fahai juga tahu bahwa Pai Su Cen sedang dalam proses untuk menjadi Dewa, jadi dia tidak bisa membunuhnya, maka ia berjanji ia akan membunuhnya bila ia bertemu dengan mereka lagi.


Pai Su Cen dan Siao Cing kemudian beristirahat di tempat bernama Ban Bu Duo. Mereka berusaha untuk berbuat kebaikan dengan mendatangkan hujan di tempat yang tidak terjamah oleh hujan selama 3 tahun. Tapi Siao Cing menimbulkan musibah yang menyebabkan banjir bandang. Yang mengakibatkan Pai Su Cen gagal untuk menjadi Dewa, tapi Dewi Kwan Yin memberikannya kesempatan lagi.

kemudian secara tak sengaja dua siluman ini bertemu dengan Xu Xian yang kemudian menjalin asmara dengan Pai Su Cen. Selama perjumpaan sampai pernikahan mereka, Xu Xian sama sekali tidak mengetaui rupa asli wanita yang di cintainya dan kemudian menikah.

Tapi karena siluman dan manusia tidak seharusnya menikah, kota tempat mereka tinggal dilanda penyakit yang hampir membunuh semua yang tinggal disitu. Pai Su Cen, Siao Cing dan Rahib Fahai kemudian setuju untuk bekerja sama untuk mencari obat penangkal untuk mengatasi penyakit itu.


Pada hari kelima pada bulan kelima, Festival perahu naga dirayakan. Pada hari itu, semua siluman berubah menjadi rupa aslinya. Maka Pai Su Cen mengajak Siao Cing dan Xu Xian ke Ban Bu Duo, sebuah dunia siluman. Tapi Xu Xian terjebak kedalam muslihat FaHai dan Fahai memperlihatkan rupa asli Pai Su Cen, yang membuat Xu Xian ketakutan sampai meninggal karena ketakutan. Pai Su Cen kemudian mencaro obat dewa, dan menghidupkan Xu Xian kembali dan menghapus ingatannya.

Setelah Pai Su Cen melahirkan anak Xu Xian, dia tidak bisa mengontrol dirinya dan terpaksa untuk memberitahukan Xu Xian perihal siapa dia sebenarnya. Surprisingly, Xu Xian menerimanya dengan baik dan sama sekali tidak mempengaruhi cintanya pada Pai Su Cen. Tapi kemudian Fahai beraksi kembali dan menyerang Pai Su Cen dan berhasil mengurungnya di Pagoda Lei Feng selamanya.



2 comments:

  1. Siiip... emang Xi Hu danau yg indah bgt, Pagoda Lei Feng-nya juga top... diorama Bai Suzhen di dalamnya itu lho yg halus & bagus bgt buatannya. Overall, Hangzhou emang kota yg indah (jg krn sy nemu muslim restaurant gak jauh dari Xi Hu, jd bs makan dgn tenang, hehehe...). Pengen kesana lagi, suatu saat. Boleh berkunjung jg ke blog sy, di Pondok Dahar Lauk Jogja blogspot. Trims...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx sudah mampir :)

      blognya sudah saya kunjungi juga. menarik blendernya

      Delete

whos.amung.us :