-->

13 January 2012

Summer Palace, Temple of Heaven - Beijing

Summer Palace, Temple of Heaven - Beijing

Obyek wisata yang ada di Beijing kebanyakan bangunan kerajaan yang kuno.
2 obyek wisata wajibnya adalah Summer palace dan temple of heaven.
Temple of Heaven ini adalah struktur bangunan yang digunakan oleh Kaisar untuk berdoa. Dibangun pada tahun 1400 an, pada saat berkuasanya Dinasti Ming.
Saat musim semi, di kuil ini kaisar akan memberikan persembahan pada Tuhan dan memohon agar panen sukses.
Temple of heaven
 Di depan temple of heaven ini ada lapangan yang luas, di sini banyak penduduk lokal yang melakukan aktivitas dan berjalan-jalan. Salah satu permainan yang populer adalah semacam sempak takraw menggunakan kok bulu yang besar. Permainan ini ternyata termasuk olah raga yang dipertandingkan, namanya ialah Jianzi.
 Pemain boleh menggunakan anggota tubuh selain tangan, untuk mempertahankan agar shuttle cock ini tetap melayang di udara. Yang menakjubkan adalah kegigihan penduduk Beijing untuk tetap aktif berolahraga, mengingat suhu udara di sini sangat dingin, sekitar -5 celcius. Rombongan dari Surabaya untuk sekedar jalan saja sudah penuh perjuangan.


 

 

Jianzi

 Jianzi ini juga dijajakan di sekitar lapangan tersebut. Mungkin untuk turis barat akan tertarik terhadap souvenir yang tampak eksotis tersebut, tapi untuk turis Surabaya, rasanya lebih baik cari yang sejenis di Pasar Blauran saja daripada repot-repot membawa di koper.




 Summer Palace

Gerbang ke Summer Palace




Berikutnya adalah summer palace, villa-nya kaisar Cina
Summer palace awalnya adalah taman yang dibangun pada dinasti Jin tahun 1100. Setelahnya Kublai Khan sebagai penguasa Cina tahun 1300 turut memperluas danau Kunming yang ada di taman ini untuk persediaan air Beijing. Terakhir bangunan lengkapnya dibangun tahun 1750, dengan perluasan danau Kunming hingga menyerupai danau Xihu yang terkenal di Hangzhou

Letaknya 15 km dari pusat kota Beijing yaitu Forbidden City. Saat musim semi bisa melihat danau dan pemandangan yang cukup menarik, kalau saat musim dingin ini jadi hamparan es karena sebagian danaunya beku.

Foto wisata thn 2005

Di sini ada pula layanan berfoto ala kaisar, tapi saat itu tidak ada anggota rombongan yang tertarik karena semalam tidur tidak nyenyak dan belum terbiasa dengan udara dingin Beijing.




Gazebo

Kerbau kesayangan?
 




Di luar Summer palace terdapat penjaja makanan dalam mobil. Ini pertama kali saya menemui warung mobil demikian di RRC. Sepertinya terinspirasi dari 'kaki lima' di Eropa, terutama Rusia, tempat dimana warung demikian sering saya jumpai





Tourist Trap I (pabrik obat Jade)


Saya sebut tourist trap karena bagian dari wisata ini adalah wajib dan tidak bisa diminta untuk dihilangkan. Karena sebagian besar rombongan sudah pernah ke Beijing dan terlebih lagi, masih punya stok 'obat' ini di rumah, sebetulnya kita tidak tertarik untuk mengulanginya.
Malang tak bisa ditolak, karena ini Beijing dengan model budaya Ni Puyao Wo Paksa (kamu nolak, saya ngotot) maka kami pun mengunjungi tempat ini
Seperti biasa, di sini diperagakan tabib yang konon bergelar 'profesor', pegang-pegang tangan, vonis sakit ini itu anu, walaupun yang  diperiksa sehat walafiat dan vegetarian, tetap saja di anjurkan beli obat jutaan rupiah.


Selain periksa tangan, para turis diwajibkan rendam kaki dan pijat refleksi ala kadar, yang mutu pijatnya jauh dibanding layanan serupa di Surabaya.
Setelah pijat biasanya di 'paksa' beli beberapa macam obat.
Kalau tidak beli bagaimana? pemijatnya tidak beranjak minta tips, penerjemah dan tukang obatnya juga ngotot kukuh menjelaskan dan tidak bergeming dari posisi. (masing-masing keluarga dilayani 1 penerjemah dan tukang obat, 'profesor' raba tangan jalan-jalan memeriksa)

Sayapun akhirnya membeli obat rendaman semacam teh yang diharga 200 yuan (sekitar Rp 350rb). Obat ini di klaim bisa mengeluarkan toxin, bahkan menghambat kanker.
Kebetulan beberapa hari ke depannya karena terlalu banyak makan minyak dan sayur hijau, saya kena asam urat ringan. Saya berkesempatan mencoba rendaman tersebut dan hasilnya.... tidak berguna sama sekali :(


Saran untuk dinas pariwisata Beijing, mending sekalian saja bikin layanan rendam badan harga 100-200 yuan per orang dengan masseuse seperti ini. Dijamin turisnya (minimal yang bapak2) puas.





No comments:

Post a Comment

whos.amung.us :