-->

12 September 2012

Pentax K5 II - DSLR start to part ways with AA Filter

Pentax K5 II - Trend DSLR tanpa Low Pass Filter

For the Photokina event, Pentax release their new flagship DSLR which is Pentax K5 II.
The most interesting part about this particular series is the option of Pentax K5 IIs, which is a variant of the camera without it's anti alias filter / low pass filter.


What is low pass filter?

The explanation can be seen in this previous post : 
 http://doyanmoto.blogspot.com/2012/01/anti-alias-filter.html
AA Filter is a layering of filter, in front of the image sensor, which is there to eliminate moire and other artifacts form the final image / video. It reduces the bandwith that are captured by the sensor, resulting in a finer image, free of moire, but in the process reducing overall resolution.




Pada ajang pameran alat fotografi terbesar, Photokina, Pentax meluncurkan produk DSLR terbaru dan terbaiknya, Pentax K5 II. Yang menarik selain model K5 II, juga terdapat model tanpa low pass filter / Anti Alias Filter, Pentax K5 IIs.

Apa itu Anti Alias Filter?
Penjelasan mengenai Anti Alias Filter / Low Pass Filter bisa dilihat di post saya sebelumnya : http://doyanmoto.blogspot.com/2012/01/anti-alias-filter.html
AA Filter adalah lapisan di depan sensor, yang tujuannya menghilangkan moire pada hasil akhir foto / video. Tujuannya ialah mereduksi bandwith yang ditangkap sensor sehingga hasil yang didapat lebih baik, bebas moire/ artifact. Namun dalam prosesnya, selain menghilangkan moire, efek blur filter ini juga mengurangi ketajaman hasil foto, atau mengurangi resolusi maksimal yang bisa dihasilkan kamera.
In short, meniadakan anti alias filter ini bisa menambah ketajaman hasil foto, dengan beberapa efek samping seperti moire dan sejenisnya.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang trend sensor tanpa AA Filter, berikut spesifikasi Pentax K5 II

 

 

Additional features of the PENTAX K-5 II / K-5 IIs include:

  • Electronic Level function, with a vertical level scale
  • Automatic compensation of distortion and lateral chromatic aberration (available only with DA,D FA and FA Limited series lenses)
  • CTE mode, to automatically adjust the white balance to emphasize the dominant colors of a specific scene
  • DR II (Dust Removal II) mechanism, to effectively shake dust off the CMOS image sensor using ultrasonic vibration
  • PENTAX-original Hyper Control system, to swiftly and accurately respond to the photographer’s creative intentions
  • Dynamic range expansion function, to compensate for both whitewashed (overexposed) highlight area and blackout (underexposed) shadow area
  • RAW data retrieve function to save the original RAW data of a just-recorded JPEG format image
  • RAW/Fx button, for single-action switching of image file format, as well as for assignment and instant recall of a specific function
  • A choice of three grid patterns while in Live View mode, including “Golden Section”
  • Long battery life, for recording of approximately 980 images with a full recharge

Pentax K5 II retain it's resolution from the previous K5, which is 16 Megapixel. A good move in my view, since most user rarely needs anything beyond 20MP or more. It's quite daunting to see the latest megapixel race from the big three, Canon, Nikon and Sony, which tops the chart of DSLR at 36 MP. There's even a rumor of a 46 Megapixel FF sensor from Canon, set to be released later this year.



Pentax K5 II mempertahankan resolusi 16MP, langkah yang menurut saya amat baik, mengingat kebanyakan penggunanya tidak akan membutuhkan resolusi 20MP ++. Membayangkan trend lomba MP terbaru dari Nikon Canon Sony yang kelihatannya merambah ke ranah melebihi 30MP malah membuat saya kebingungan mencari HD baru, yang sekarang saja dengan rate foto 100-300 per minggu sudah menghabiskan 2 terabyte Hard-disk space x_x

Viewfindernya memiliki kualitas baik dengan 100% field of view (apa yang dilihat di Viewfinder = hasil foto)
Memiliki weather resistant body yang bisa tahan hingga suhu -10°C dan shutter count hingga 100.000 x jepretan.
Dengan AF module baru,  SAFOX X AF, yang bisa mengakomodasi AF yang mereka klaim terluas di kelasnya (-3 EV to +18 EV)

Harganya cukup tinggi, dipatok di angka $1300, yang bersaing dengan Canon 7D, Nikon D7000 dan Sony A77



History of The Naked Sensor

The trend of eliminating anti alias filter, started not from the DSLR cameras but from it's bigger cousin, Medium Format Camera (MF) such as Hasselblad, Mamiya, Leica S and it's assorted digital backs

Sebelumnya, produsen kamera yang meniadakan anti alias filter ini adalah kamera Medium Format, seperti brand Hasselblad, Mamiya, Leica S dsb, dengan digital backnya (Sinar, Leaf, etc)
Hasselblad Medium Format camera

MF Camera are usually used in an ideal exposure environment, be it outdoor during daylight or night with hordes of flash. This cameras have a ISO span lower than of DSLR, which is about 50-800, whereas DSLR goes from ISO 100-12.800. This camera was designed with professional photographer in mind, which needs a maximum resolution to print billboard ads and doesn't mind doing all the post processing to avoid moires. Therefor it's better for the design of the sensor to maximize resolution, which include stripping it bare of AA Filter.


With this in mind, and the latest super dslr and high resolution sensor, DSLR and rangefinder maker are starting to copy their MF cousins strategies and creating a camera without AA Filter. The pioneer of this in the DSLR ecosystem is Kodak, with is DSC 14n, which was a high end DSLR in it days.


Kamera Medium Format biasanya dipakai dalam kondisi ideal, entah foto studio, atau outdoor dengan cahaya yang cukup atau flash yang berjibun. Kamera Medium Format (MF) kebanyakan memiliki rentang ISO yang lebih minim dibandingkan DSLR, di mana MF biasanya di ISO 50-800, sedangkan DSLR ISO 100 - 12.800. Dengan pertimbangan kamera ini ditujukan hanya untuk profesional dan fotografer yang ingin hasil resolusi maksimal dan tidak keberatan post processing untuk menghilangkan moire dan artifacts lainnya, maka kamera MF tidak menggunakan AA Filter yang lebih mengutamakan kemudahan mendapat hasil bebas masalah dibandingkan ketajaman optimal.

Dengan pertimbangan demikian, beberapa produsen kamera terkemuka, pada produk  DSLR dan Rangefinder high end meniadakan anti alias filter ini. Salah satu pionirnya adalah Kodak, pada tahun 2002 dengan DSLR Kodak DSC 14n, kamera DSLR yang di jamannya bersaing dengan Canon EOS 1Ds di jajaran DSLR terbaik/ termahal.

Kodak DSC 14n

Other companies follow Kodak's lead, such as Leica with is M series rangefinder, Ricoh GX, Sigma DP1 and SD1. The last companies to jump into this foray gets the most publication, which are Nikon D800e and Fuji Xpro1 : http://doyanmoto.blogspot.com/2012/01/fuji-x-pro1.html

Beberapa produsen lain mengikuti langkah ini dengan menelurkan beberapa produk tanpa anti alias filter, seperti Leica seri M (rangefinder), Ricoh GX, Sigma DP1 & SD1.
Terakhir yang paling menggelegar kabarnya adalah Fuji X1pro dan Nikon D800E
Fuji Xpro 1 : http://doyanmoto.blogspot.com/2012/01/fuji-x-pro1.html

Fuji X-Pro1

Nikon D800E

What's strange is that this cameras, devoid of AA filter, are being sold at higher price than the ones with AA Filter. D800e and Pentax K5 IIs seels at $100 - $300 more than the D800 and K5 II.

Reading this post, you'll notice that this companies regularly follows trend and technology that are being adapted by other camera companies. A good thing Apple haven't come to camera making business, or they'll start patenting and suing all the companies, hence stifling innovation and hiking the costs.

With this two camera juggernaut jumping in to AA filter-less bandwagon, we'll surely be starting to see lots of other cameras stripping bare of AA filter. Hopefully we'll have more option in the coming years, but with a lower price point for the bare sensor, instead being sold higher like nowadays.


Uniknya untuk dua kamera yang menyediakan versi tanpa dan dengan AA Filter, Pentax K5 II dan D800 yang menggunakan filter ternyata malah lebih murah dibandingkan dengan D800E dan K5 IIs yang meniadakan AA filter.

Salah satu hal yang menarik di dunia fotografi adalah, inovasi teknologi yang ada, tidak menjadi suatu hal yang tabu untuk diadopsi oleh kompetitor, selama masing-masing memiliki daya beda dan kekhasan masing-masing. Tidak seperti di dunia Smartphone di mana desain sederhana seperti 'slide to unlock' atau bentuk HP kotak dengan posisi speaker tertentu dipakai menjadi amunisi untuk menuntut kompetitor di pengadilan, seperti kasus Apple vs Samsung dan beberapa produsen smartphone lainnya.


Dengan masuknya dua raksasa fotografi ini di produksi kamera tanpa AA Filter, kemungkinan peniadaan AA Filter untuk resolusi akan berlanjut dan menjadi trend kamera 2012-2013. Tinggal tunggu waktu kapan Sony, Canon, Panasonic dan Olympus menyusul

No comments:

Post a Comment

whos.amung.us :