-->

20 January 2012

Chun Yi, The Legend of Kungfu - Beijing




Chun Yi, The Legend of Kungfu

Pertunjukan kungfu teatrikal ini dipentaskan di Red Theater, Beijing.
Kalau dahulu kebiasaan tiap ke Beijing adalah melihat pertunjukannya kungfu - sirkus, sekarang  berubah menjadi kungfu-teater.
Kalau anda kebetulan tur di musim dingin, mintalah tour leader untuk siap tiket dahulu sebelum turun, karena kami serombongan kedinginan 1/2 jam menunggu tour leader antri tiket T_T





Pertunjukannya sendiri lumayan, tapi ceritanya sangat datar dan membosankan, tentang anak yang berlatih dan tumbuh dewasa di kuil. Dalam proses pendewasaan ia bertemu banyak godaan dan berusaha untuk menanggulanginya.
Beberapa adegan menunjukkan demonstrasi tenaga dalam (chi kung) yang terasa dipaksakan dan relatif membosankan, seperti memecahkan beton yang diletakkan di atas orang dengan palu, membengkokkan tombak dengan leher dsb.

17 January 2012

Sarkies Chinese Restaurant - Surabaya

Sarkies - Majapahit Hotel's Chinese Restaurant

Sarkies Restaurant - 2'nd floor hotel Majapahit

Ini adalah salah satu restaurant dengan desain yang menurut saya paling menarik dibanding Chinese Resto di hotel-hotel Surabaya yang lain.
Nuansanya seperti melihat foto Shanghai retro 1920 an, dengan koleksi jam kuno bertebaran di dinding restoran. Meja kursinya dari kayu tampak berdesain oldies juga. 
Walaupun kursinya kecil begini tapi kuat, saya pernah shock melihat tamu turis asing dengan berat sekitar 150kg bisa duduk santai di kursi ini tanpa masalah.



Sarkies is on my top list of Chinese restaurant with the best design, amongst other eateries in the hotels.
It's decorated to mimic the retro feel of 1920's Shanghai, with a collection of antique watches along the wall. The wooden chair and table also sets the mood.
Though small, the chair was exceptionally sturdy, I once saw a tourist weighing about 300 pounds sitting on the chair without any problem. ^^



Foto-foto makanan di bawah ini saya ambil dengan menggunakan Sigma 15mm dan Canon EOS 600D. Pada kamera dslr crop sensor, lensa fish eyes ini menjadi seperti ultra wide angle biasa, dan dengan kemampuan focusnya yang cukup dekat, bisa dipakai untuk foto makanan juga.

Most of the photo bellow I took using Sigma 15mm and Canon EOS 600D. Sigma fish eyes lens on APS-c camera works like an ultra wide, and with their close focusing ability, makes a good lens for capturing food photos.



Hakau

Siomay
Udang Rambutan
Shrimp Rambutan (fried dumpling)

Sarkies - Lotus Seeds Bun
Bakpau Biji Teratai


Kulit Tahu






Bakpau biji teratainya highly recomended, dari beberapa kali makan menu serupa di resto sejenis, yang di Sarkies menurut saya paling enak

Selain menu dimsum, ada juga pilihan hidangan ala carte, dengan beberapa menu vegetarian. 
Saya sempat berharap banyak dengan menu vegetariannya karena pemilik hotel ini juga vegetarian.
Rasa kedua menu vegetarian ini cukup enak, kekurangannya di rasanya yang agak hambar untuk lidah Surabaya saya yang doyan bumbu.
Ifu mie sekitar Rp 45.000, bebek vegetarian Rp 60.000.


Their lotus seeds bun are one of the best, having tasted similar fare in other restaurants, for me the one is Sarkies is the best.

Aside from dimsum, they also serve ala carte chinese food, with some vegetarian choices. I was expecting much from this restaurant, since I frequently heard that the owner's family are vegetarian. Too bad it wasn't that great. I'm not saying it's bad, but there are other vegetarian restaurant that serves better dishes at lower cost.

This Ifumie costs Rp 45.000, Vegetarian duck Rp 60.000

I fu mie - Rp 45.000
Bebek Vegetarian - Rp 60.000

Berikut foto suasana hotel lainnya 
This are some other photo of the hotel



Majapahit Hotel
Jalan Tunjungan 65  Surabaya, Indonesia
031- 545 4333

14 January 2012

Hangzhou - Kotanya Pai Su Cen

Hangzhou - Kotanya Pai Su Cen


Perjalanan dengan pesawat udara untuk sampai ke Hangzhou sekitar 2 jam
Hangzhou atau yang juga dikenal Hangchow adalah ibu kota propinsi Zhejiang.
Kota ini menurut saya adalah kota terindah dan paling nyaman untuk ditinggali di antara 4 kota yang dikunjungi saat tour ini.

Ada pepatah di cina tentang keindahan kota Hangzhou :
"Be born in  Suzhou, live in Hangzhou, eat in Guangzhou, die in Liuzhou" (生在苏州, 活在杭州, 吃在广州, 死在柳州)
 diterjemahkan : "lahirlah di Suzhou, hidup di Hangzhou, makan di Guangzhou, mati di Liuzhou.
Suzhou terkenal akan kebudayaan dan pendidikan yang baik, Guangzhou makanannya, Liuzhou karena kualitas kayu untuk peti matinya (*_*)
Sedangkan Hangzhou dianggap indah pemandangannya dan nyaman.

13 January 2012

Great Wall & Market di Beijing

Great Wall & Market / Mall di Beijing

www.telegraph.co.uk


Great Wall, mungkin salah satu obyek wisata paling terkenal di Cina.
Foto di atas diambil dari situs berita online, bagian tembok yang fotogenik sepertinya ada di pelosok yang tidak terjangkau turis awam, karena di bagian tembok yang saya kunjungi, foto yang didapat model begini saja

Summer Palace, Temple of Heaven - Beijing

Summer Palace, Temple of Heaven - Beijing

Obyek wisata yang ada di Beijing kebanyakan bangunan kerajaan yang kuno.
2 obyek wisata wajibnya adalah Summer palace dan temple of heaven.
Temple of Heaven ini adalah struktur bangunan yang digunakan oleh Kaisar untuk berdoa. Dibangun pada tahun 1400 an, pada saat berkuasanya Dinasti Ming.
Saat musim semi, di kuil ini kaisar akan memberikan persembahan pada Tuhan dan memohon agar panen sukses.
Temple of heaven
 Di depan temple of heaven ini ada lapangan yang luas, di sini banyak penduduk lokal yang melakukan aktivitas dan berjalan-jalan. Salah satu permainan yang populer adalah semacam sempak takraw menggunakan kok bulu yang besar. Permainan ini ternyata termasuk olah raga yang dipertandingkan, namanya ialah Jianzi.
 Pemain boleh menggunakan anggota tubuh selain tangan, untuk mempertahankan agar shuttle cock ini tetap melayang di udara. Yang menakjubkan adalah kegigihan penduduk Beijing untuk tetap aktif berolahraga, mengingat suhu udara di sini sangat dingin, sekitar -5 celcius. Rombongan dari Surabaya untuk sekedar jalan saja sudah penuh perjuangan.

12 January 2012

Trip to China - Tien an Men

Trip to China - Tienanmen (Beijing)



Pada satu hari di bulan Desember yang dingin, setelah bermalam di pesawat Garuda yang mengantarkan dari Surabaya, saya tiba di Beijing. 
Pk 05.00 pagi waktu setempat, saya tiba dalam keadaan grogi karena kurang tidur. Semalam di pesawat dan langsung tour adalah ide yang sangat buruk untuk jadwal perjalanan wisata, saya sangat menganjurkan anda untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dengan yang saya lakukan :D

KEDAI 3 NYONYA - Jogjakarta



KEDAI 3 NYONYA - Yogyakarta










Resto ini mengusung desain yang elegan dan bernuansa jawa kuno. Terletak di jalan Sudirman, depan hotel Phoenix, cukup dekat dari Malioboro, hanya 5 menit dengan taxi sudah bisa sampai di Kedai 3 nyonya ini.

Desain kuno yang eklektik ini diresapi hingga detail, peralatan makannya pun vintage, menambah kenikmatan makan di resto ini. Pelayanannya pun sangat ramah, khas Yogyakarta.

Teko kuno

Mangkok nasi antik

Tema masakan yang disajikan adalah resep peranakan (baba) yang merupakan paduan resep masakan cina dan jawa.
Keterangan di buku menunya menyebutkan bahwa masakan di sini diolah tanpa menggunakan MSG, two thumbs up untuk restoran yang meniadakan racun monosodium glutamat dari resepnya.

Menu ikan bakarnya paling sering mendapatkan penghargaan kulineri, wajib dicoba. Menu-menu lain juga tidak kalah enaknya, semua top notch, rata-rata dapat score 7 ke atas untuk lidah saya.
Tumis sayurannya menggunakan tauco, balacan dan bahan-bahan lain yang khas masakan peranakan.

Kopi Bali House

KOPI BALI HOUSE

Ice Jingle Coffee

 Kafe ini terletak di sebuah Ruko di By Pass Ngurah Rai, arah menuju Sanur.
Pendiri kafe ini adalah perusahaan Kopi Bali / Butterfly Globe yang berlambang kupu-kupu, yang bisa dilihat pula pada gelas yang dipakai di kafe. Jika tertarik bisa pula membeli biji kopinya di sini.
http://www.kopiluwakbali.com/kb/

Kopi yang disajikan di sini enak, saya lebih sering menikmati pilihan minuman kopi yang dingin, karena seringkali ke sini pada saat siang hari dan saat terik-teriknya Bali.
Harga kopi di sini mulai dari Rp 25.000. Untuk pendamping kopinya disediakan pula beragam makanan yang tidak kalah enak.


Frozen mochacinno
Risoles


kopi bali house (dari halaman facebook KBH)

11 January 2012

Warung Mak Beng, Bali




Warung Mak Beng
Bulan Desember lalu saat berwisata ke Bali, saya menyempatkan diri mampir di restoran yang pernah diulas pak Bondan ini. Warung Mak Beng di Sanur, lokasinya tepat di pinggir pantai Sanur.
Sebetulnya tidak terlalu rekomen untuk ke Pantai ini, karena relatif membosankan. Kebetulan saat ke sini sebetulnya nyasar, awlanya bertujuan ke daerah Sanur yang berjejer hotel-hotel dan kafe, salah masuk ke belokan Sanur yang dekat Inna Bali Beach hotel (oh ya hotel ini termasuk saya tidak rekomendasikan, tapi ceritanya lain kali saja)



Di sini cara pesannya kilat, hanya ada satu paket seharga Rp 28.000
Isi paketnya adalah satu sup ikan dengan sedikit sayur, Ikan Tenggiri goreng dan sepiring nasi
Dengan model kilat ini saja antriannya cukup panjang. saya sempat harus menunggu 10 menit untuk mendapat tempat.

Anti Alias Filter?


Di post saya sebelumnya tentang Fuji X Pro1, dijelaskan bahwa salah satu keunggulannya adalah adanya sensor baru yang tidak memerlukan Anti Alias (AA) filter.

Apakah AA filter ini?

AA filter video camcorder
AA Filter adalah lapisan di depan sensor, yang tujuannya menghilangkan moire pada hasil akhir foto / video.
Tujuannya ialah mereduksi bandwith yang ditangkap sensor sehingga hasil yang didapat lebih baik, bebas moire/ artifact. Namun dalam prosesnya, selain menghilangkan moire, efek blur filter ini juga mengurangi ketajaman hasil foto, atau mengurangi resolusi maksimal yang bisa dihasilkan kamera.



Moire di sini adalah ketidaksempurnaan sensor menghasilkan image karena tumpang tindih signal sampling resolution (pada sensor CCD / CMOS) dengan sinyal dari foto / obyek yang difoto.
Contoh Moire

AA filter memiliki efek positif dan negatif, tergantung dari sudut pandang dan kebutuhan pemakai alat fotografi. Bagi pengguna awam, tentunya lebih membutuhkan keberadaan AA filter, karena tidak semua pengguna kamera mau melakukan post processing dengan software image editing seperti photoshop dan sejenisnya, untuk menghilangkan moire.
Namun untuk sebagian orang, yang mengutamakan resolusi dan ketajaman foto, penggunaan AA filter ini malah menjadi beban dalam usaha untuk mendapatkan hasil foto 'terbaik'.

Lensa Macro Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM

7D + 100mm macro L (diambil dari the-digital-picture.com)
Alkisah saya menimang lensa L macro ini adalah ketika membeli EOS 7D
Kebetulan ada yang menawarkan lensa 100mm L macro ini dengan harga lumayan miring.

Awalnya berpikir untuk sekedar ambil dan dijual kembali kalau tidak cocok.
Setahun kemudian, 7Dnya dan lensa-lensa zoom yang saya pakai malah terjual, dan yang tersisa malah lensa 100mm ini, ironis :D

Dari lensa ini lah awalnya saya jatuh cinta dengan lensa fixed
Awalnya agak repot juga memakainya dengan DSLR APS-C, karena dengan faktor pengali 1.6 -> focal length nya menjadi 160mm.
Tapi asal mau repot sedikit, hasilnya juga tentu lebih bagus daripada lensa zoom.

Kalau biasanya membahas lensa makro, contoh fotonya pasti serangga, bunga dan sejenisnya.
Sayangnya saya tidak terlalu hobby bunga dan serangga, jadi contoh-contoh foto di halaman ini isinya adalah makanan dan perhiasan :)

10 January 2012

Pecel Favorit


Di Surabaya ada dua tempat favorit saya untuk menikmati nasi pecel, kedua tempat ini agak kontras juga.
Yang satu bertempat di gedung yang lumayan mewah, buka seharian Pk 06.00 - 22.00, sedangkan satunya di warung kaki lima, bukanya hanya sehabisnya pecel stok dia, biasanya Pk 10.00 sudah habis :(

Tempat pertama ialah depot Anda Fit, di Jl. Walikota Mustajab (ada juga di darmo permai selatan).
Di sini rasa pecelnya berbobot, tempenya gemuk dan tampilannya menarik. Bumbu pecelnya serasa kuah, karena jumlahnya yang banyak dituangkan di atas nasi. Kalau tidak terlalu suka bumbu seperti saya, lebih baik jika datang minta bumbunya sedikit saja.
Harga nasi pecel di bawah ini (versi vegetarian) adalah Rp 12.000

Nasi Pecel Depot Anda



Salah satu keistimewaan pecel di sini selain tempe gendut dan bumbu berlimpahnya ialah adanya bunga turi dalam campuran pecel. Bunga turi ini relatif langka kalau di Surabaya. Saya sendiri bertemu pecel dengan bunga Turi hanya pada saat di Jogjakarta.
bunga turi. (diambil dari : http://arieffirhanusa.blogspot.com/2011/10/kembang-turi.html)





Fuji X Pro1


In Pursuit of Perfection


Demikianlah judul yang bisa anda temui di website Fuji X-Pro1
Setelah dua dekade kemunculan Digital SLR, sekarang mulai berkembang segmentasi SLR baru yang menyerupai rangefinder (leica).
Leica M9 : http://www.dpreview.com/news/2011/6/21/leicam9p

Jenis sistem kamera ini ialah Mirrorless DSLR yang pertama dipopulerkan duo Olympus dan Panasonic,dengan Olympus Pen dan Panasonic tipe G1.
Sekarang semua produsen ternama kecuali Canon sudah memiliki SLR mirrorless pada jajaran produknya.


Panasonic G1
Olympus EP1












Info tambahan, DSLR pertama diproduksi bukan oleh Nikon, Canon atau Fuji, tapi oleh Kodak, yang sekarang sedang berjuang mengatasi kebangkrutan.
Ini dia DSLR pertama yang tersedia secara umum, Kodak DCS-100, resolusi 1.3 Megapixel

Kodak DCS-100 (tahun 1991)


Selama ini kebanyakan kamera mirrorless DSLR menyasar segmentasi pengguna kelas amatir/ penghobi, atau dengan kata lain selain fotografer profesional (yang pekerjaannya terkait langsung fotografi).
Kebanyakan mirrorless DSLR memiliki spesifikasi turunan dari DSLR dan dipersenjatai aksesori dan fitur yang mengutamakan kemudahan pemakaian dan estetika.

Cuppa Coffee & Porong Wei di Ciputra World Surabaya

Satu hari yang cerah, bersama dua teman baik, saya mengunjungi mall yang relatif baru di Surabaya, Ciputra World di Mayjend Sungkono
 Di sini kita mencoba satu kafe baru, Cuppa Coffe dan Porong Wei Resto.

I like to end my writing with a happy ending, jadi kita bahas yang kurang enak dulu saja ya.
Porong Wei @ Ciputra World (CW)...
Memang yang namanya resto franchise apalagi baru buka, biasanya kurang ada keseragaman rasa dengan resto utamanya, nah di sini tampaknya juga demikian.
Dari dua menu yang dipesan, tidak ada yang enak, lumayan ancur rasanya x_x

Family Vegetarian Resto

Resto Family Jl Wonosari Kidul 1/1A, Surabaya
(031) 567-9100



Song Mie
Resto Family adalah salah satu restoran vegetarian yang rasanya cukup enak, namun lokasinya sedikit masuk gang, sehingga popularitasnya tidak sebaik resto vegetarian lainnya.
Pertama kali saya dibawa ke sini oleh teman vegetarian yang cukup sering menjadi pelanggan resto ini, bahkan satu kali saya ke sini dan mendapat discount dari pemiliknya hanya karena menyebut nama teman saya tersebut, lumayan bisa hemat hehehe.

Beberapa kali saya makan di restoran ini dengan teman yang vegetarian dan yang non vegetarian, tanggapannya hampir semua suka, tapi ada juga yang ngomel karena memang belum merasa makan kalau belum ketemu daging.

Sigma 15mm EX DG Fisheye -> my new best friend

Untuk foto saya menggunakan Canon EOS 600D, dslr sejuta umat dari Canon, dengan lensa yang paling sering saya pakai saat ini ialah Sigma 15mm Fish Eyes, lensa super lebar yang dinamai mata ikan, karena field of viewnya sangat lebar.

Sebelumnya saya memakai EOS 550D, 7D dan 30D. Dahulu juga sempat 20D, 400D, 450D, 1Ds, tapi sudah agak lupa dengan pengalaman memakainya, jadi kalau ada yang minta pendapat, saya hanya bisa bahas yang 3 terakhir saya pakai.

http://www.sigmaphoto.com/shop/15mm-f28-ex-dg-diagonal-fisheye-sigma


Lensa ini sebagai pengganti lensa lama saya, Tamron 17-50mm F2.8 VC, yang relatif cukup baik ketajamannya. kenapa kok ganti lensa fixed? karena sejak mencoba lensa Canon 100mm F2.8 L, terasa sekali (untuk saya) kalau hasil lensa fixed lebih baik daripada lensa zoom, walaupun salah satu 'best zoom lens' seperti Tamron 17-50mm VC tersebut.

whos.amung.us :