-->

10 February 2017

Perkenalan dengan Lensa Manual

Lensa Manual - Alternatif Lensa Murah, Tajam, Ribet



Pengguna Mirrorless yang pernah ada keinginan tambah lensa, pasti pernah merasakan dilema sedikitnya pilihan yang tersedia, atau mahalnya lensa tersebut.
Untungnya untuk mirrorless, hampir semua lensa bisa dipasangkan ke tipe kamera ini, dengan menggunakan adapter yang sesuai.
Lensa Leica untuk rangefinder, lensa canon FD untuk body canon yang sudah tidak diproduksi lagi, hingga lensa medium format untuk Hasselblad, dengan adapter yang sesuai bisa dimasukkan ke body Mirrorless.

Lenses adapted to Sony A7





Kali ini saya ingin menunjukkan ke pembaca blog, kalau ada alternatif lensa menarik dan murah. Pertama saya berikan hasil dua lensa termurah yang saya miliki, harga kedua lensa ini berkisar Rp 700.000




Pentax 50mm f1.8

Helios 44m - 58mm f2

Bisa dilihat hasil kedua lensa ini cukup menarik, kalau menurut saya, lebih baik dibandingkan lensa 50mm f1.8 AF di semua brand, baik yang paling murah di Canon sekitar 1jt hingga yang Rp 3.5 jt di Sony.

Kisah saya pertama kali ingin coba lensa manual, sebetulnya bukan karena ingin cari lensa murah, tapi karena kesengsem hasil Minolta 50mm f1.4. Setelah saya coba sendiri, saya merasa bahwa lensa terbaik saya saat itu, Zeiss 50mm f2 Makro Planar (harga barunya sekitar 15jt) ternyata bisa ditandingi oleh lensa murah seperti Minolta 50mm f1.4 yang harganya berkisar 1.5 jt. Berikut hasilnya bisa dilihat di bawah ini.


Minolta 50mm f1.4

Zeiss 50mm f2 Makro Planar
Setelah perbandingan foto di atas, mulailah saya semakin kesengsem dengan lensa manual, dan akhirnya mencari lensa-lensa 50mm f1.2 dengan bokehnya yang creamy.

Setelah melihat lensa-lensa terjangkau di atas, waktunya kita berlanjut ke lensa creamy bokeh, Nikon 50mm f1.2.
Nikon 50mm f1.2 ini sebetulnya malah lensa f1.2 yang paling jarang saya pakai, karena untuk selera saya tonal warnanya terlalu warm / kuning. Tapi hasilnya tetap saja cantik ya, bukan berarti ada yang salah dengan lensa ini, hanya selera saya saja berbeda.
Nah yang dibandingkan di sini adalah Nikon karena kebetulan saya meliput venue yang sama dengan lensa Nikon tersebut dan lensa Auto Focus terbaik saat ini, Sigma 50mm art.



Sigma 50mm f1.4 ART


Lensa Sigma 50mm Art ini adalah salah satu lensa 50mm terbaik, yang saya miliki adalah mount canon, dipasangkan ke Sony A7 menggunakan adapter.


Kalau menurut DXO Mark, lensa 50mm yang secara teknis lebih baik dibandingkan Sigma 50mm art hanya lensa manual, Zeiss Otus 50mm. Tapi jangan dimasukkan wish-list dulu, karena lensa satu ini harganya sekitar Rp 50.000.000.... iya 50 juta, mending nengok lensa jadul kalau cari yang best cost vs performance.

AW Fried Chicken - Sigma 50mm Art

Disclaimer : DXO Mark ini jangan dijadikan patokan satu-satunya untuk menilai sebuah lensa, untuk awal penilaian dalam mencari lensa saja cukup, sesudahnya seperti yang saya tulis di blog post Pilih Mana Fuji vs Sony, carilah tagar / hashtag lensa tersebut di Instagram, atau googling flickr, lalu lihat sendiri, bagaimana hasilnya di tangan para fotografer dan artis, cocok tidak dengan selera.

Jangan dianggap kalau di DXO Mark, lensa A mendapat peringkat tertinggi, maka menjadi lensa terbaik, karena saya juga sering kali mengernyitkan dahi, terutama kalau melihat lensa Zeiss 50mm makro bisa dinilai setara dengan Sigma 50mm f1.4 DG HSM seperti yang di link ini : https://www.dxomark.com/Reviews/Best-lenses-for-your-Canon-EOS-6D/Best-primes-and-zoom-for-the-Canon-EOS-6D
Saya pernah punya keduanya, kalau menurut saya sih bumi langit performa kedua lensa itu.

Yang dinilai DXO Mark itu hanya resolusi (ketajaman) transmisi (aperture asli lensa / terang gelapnya hasil) distorsi (seberapa melendut) vignetting (seberapa pinggiran gelapnya) dan Chromatic Aberration (bocor warna).
Sedangkan hal lain yang tidak bisa dikuantifikasi / diberi nilai teknis, DXO tidak mampu menilai, misalnya warna, flare control, micro contrast, bokeh, dimensi / 3d feel, dan jargon lain yang mungkin saya tidak kenal, tapi bisa saya apresiasi saat melihat hasil foto dari lensa tertentu.



Sigma 50mm Art

Sigma 50mm Art

Sigma 50mm Art


Nikon 50mm f1.2 AI 




Lensa ini masih diproduksi versi terbarunya, kalau tidak salah versi AI-s. Sedangkan yang saya miliki adalah versi AI, opticnya tentu tidak semulus Sigma karena jadul. Tapi hasilnya tetap cantik, bisa dilihat di bawah.

Harga barunya sekitar 9jt. sedangkan versi jadulnya dijual mulai dari harga berkisar 3.5jt

Lensa Nikon 50mm f1.2 jadul


Nikon 50mm f1.2 AI

Nikon 50mm f1.2 AI

Nikon 50mm f1.2 AI

Saya tidak bisa bilang mana yang lebih baik, karena keduanya juga menarik.
Pada akhirnya saya memilih mempertahankan lensa Nikon karena masalah harga dan ukuran. Sigma 50mm ini relatif besar, sehingga lebih cocok di body aslinya, DSLR Canon dibandingkan mirrorless Sony saya.
Yang tertarik dengan lensa Sigma bisa ke link berikut :  https://www.bukalapak.com/p/kamera/lensa/4mzvbz-jual-sigma-50mm-f1-4-art-canon




Leica R 50mm f2



Nah demikian ulasan saya tentang lensa manual, moga-moga bisa berguna untuk yang sedang galau ingin mencari lensa bagus dengan harga terjangkau.
Rekomendasi saya, lensa manual lebih cocok digunakan untuk fotografer yang sudah pernah memiliki kamera DSLR / Mirrorless sebelumnya, kalau untuk yang pertama kali hijrah dari kamera HP / Pocket, lebih baik beli lensa kit / prime 35mm & 50mm dengan AF.
Untuk pembeli lensa manual pertama kali, ada baiknya coba beli lensa yang relatif murah, kalau ingin coba lensa manual, jadi kalau tidak suka, bisa dijual lagi dengan selisih harga yang tidak terpaut banyak.

Di Blog Post berikut saya akan coba jelaskan teknik-teknik dan fitur di kamera Mirrorless yang bisa membantu pengguna lensa manual. Sebetulnya masih banyak yang ingin saya tulis tentang lensa manual, tapi di blog post Fuji vs Sony sudah ada yang mengeluh pusing bacanya, jadi yang post kali ini saya buat pendek ^^.

Untuk sementara silakan bila ada yang ingin bertanya lebih lanjut, mohon tidak menggunakan email / line / WA, bisa langsung ke kolom komentar supaya memudahkan penulis blog ini.
Pertanyaan yang dijawab di kolom komentar bisa sekaligus menjadi FAQ, jadi saya tidak perlu menjawab pertanyaan sama berkali-kali :)











3 comments:

  1. Kebetulan saya punya fuji XT10 apa ada rekomendasi lensa murah yg bagus dg converter yg murah jg? Terutama yg bokeh bgt, krn lensa ori fuji luarbinasa mahal. Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ingin bokeh maksimal, biasanya lensa 50mm f1.2, dan di kelas ini paling murah ada canon FD 55mm f1.2 yang start sekitar 2jt untuk kondisi yang kurang baik

      Delete
    2. contoh hasilnya di link ini : http://www.foodgrapher.com/2016/09/wing-stop-surabaya-town-square.html

      Delete

whos.amung.us :